Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Terperosok: Pasar Masih Mengkaji Drama Tarif dan OPEC+
Tuesday, 8 July 2025 12:36 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oilCrude Oil

Harga minyak turun untuk ketiga kalinya dalam empat hari karena investor fokus pada dampak dari gelombang pungutan perdagangan AS dan keputusan OPEC+ untuk memulihkan lebih banyak kapasitas kelompok yang menganggur.

Harga minyak Brent turun mendekati $69 per barel dan West Texas Intermediate berada di bawah $68. Presiden Donald Trump mengancam tarif baru pada mitra dagang, sambil mengisyaratkan bahwa ia masih terbuka untuk negosiasi. Bea masuk pada negara-negara termasuk Jepang dan Korea Selatan tidak akan berlaku hingga setidaknya 1 Agustus.

Presiden Donald Trump meluncurkan surat janji pertama dari serangkaian surat yang mengancam akan mengenakan tarif lebih tinggi pada mitra dagang utama.

"Pedagang mencermati ancaman tarif baru Trump dan risiko pertumbuhan global, yang dapat melemahkan permintaan," kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP. "Ke depannya, kita harus memperhatikan sinyal OPEC+ baru tentang perpanjangan atau penyesuaian pemotongan pasokan."

Minyak ditutup lebih tinggi pada hari Senin setelah merosot pada pembukaan menyusul keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi lebih dari yang diharapkan pada bulan Agustus. Kelompok tersebut mengutip permintaan musim panas sebagai salah satu alasan optimisme mereka bahwa barel dapat diserap, dan Arab Saudi menaikkan harga minyak mentah utamanya ke Asia.

Pasar minyak telah bergejolak dalam beberapa minggu terakhir setelah perang antara Israel dan Iran, dengan gencatan senjata yang rapuh sekarang berlaku, tetapi ketegangan di Timur Tengah mulai meningkat lagi menyusul serangan baru di Laut Merah. Kapal kedua menjadi sasaran di dekat Yaman pada hari Senin, beberapa jam setelah Houthi yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan sebelumnya terhadap sebuah kapal di daerah yang sama.

"Serangan-serangan ini meningkatkan biaya rantai pasokan dan premi asuransi untuk kargo minyak," kata Khurshid. "Tetapi kecuali ada gangguan pasokan yang besar, dampaknya sebagian besar tetap pada margin."

Di tempat lain, ada tanda-tanda pengetatan yang terlihat di pasar diesel, karena para pedagang bergulat dengan tekanan pasokan musim panas. Persediaan AS berada pada titik terendah secara musiman sejak 1996, sementara harga minyak acuan berjangka Eropa menandakan pasar yang lebih ketat dibandingkan saat puncak konflik Israel-Iran baru-baru ini.

Brent untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi $69,25 per barel pada pukul 12:45 siang di Singapura.

WTI untuk pengiriman Agustus turun 0,5% menjadi $67,59 per barel.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS